Tools

Cari tool

63 tool tersedia — ketik nama, format, atau apa yang ingin kamu lakukan.

Menyiapkan daftar tool…

↑ ↓ pilihEnter bukaEsc tutup

Menu

12 tool siap pakai

Perkakas suara untuk urusan sehari-hari

Potong bagian yang kamu perlukan, sambung beberapa rekaman, kecilkan ukurannya supaya muat dikirim, atau ambil suara dari sebuah video. Semuanya diproses di browser — cepat, privat, dan gratis.

  • Rekaman tidak pernah diunggah
  • Hasil MP3 atau WAV, tinggal pilih
  • Bisa banyak berkas sekaligus
Semua tool

Pilih yang paling dekat keperluanmu

12 tool, dibagi jadi empat kelompok. Tiap kelompok mengurus satu jenis pekerjaan.

Potong & susun

Ambil bagian tertentu dengan menarik pegangan di gelombangnya, bagi rekaman panjang jadi beberapa potongan, atau sambung beberapa berkas jadi satu dengan urutan yang kamu atur.

Rekam & periksa

Rekam suara langsung dari mikrofon tanpa perlu berkas masukan, dan periksa isi teknis sebuah berkas sebelum mengolahnya.

Masih seputar berkas media

Modul Audio

Rekamanmu tidak menumpang di server siapa pun.

Berkas suara sering memuat hal yang tidak dimaksudkan untuk didengar orang lain — rapat yang belum diputuskan, catatan pribadi, wawancara yang belum terbit. Di sini semuanya diolah di dalam tab yang sedang kamu buka, memakai Web Audio API milik browser sendiri.

Baca soal privasinya
  1. 1

    Tidak ada antrean unggah berkasnya dibaca langsung dari disk, jadi rekaman satu jam pun tidak perlu menunggu jaringan lebih dulu.

  2. 2

    Encoder ikut ke perangkat pengubah MP3-nya dimuat sekali lalu bekerja di tab ini, bukan mengirim audiomu ke mesin orang lain untuk dikonversi.

  3. 3

    Mikrofon hanya saat kamu minta izin rekam cuma diminta di halaman perekam, dan hasilnya tetap tinggal di perangkatmu sampai kamu sendiri yang mengunduhnya.

Pertanyaan yang sering muncul

Kenapa berkas WAV hasilnya jauh lebih besar?

Karena WAV menyimpan gelombang suara apa adanya tanpa kompresi — sekitar 10 MB per menit untuk stereo 44,1 kHz. MP3 membuang bagian yang hampir tidak terdengar telinga sehingga tinggal sekitar 1 MB per menit. Pilih WAV kalau hasilnya masih akan disunting lagi, MP3 kalau tinggal dikirim atau diputar.

Kualitasnya turun setiap kali dikonversi?

Untuk MP3, ya. MP3 itu format lossy, jadi mengubah MP3 ke MP3 lagi membuang detail dua kali — bukan berarti langsung jelek, tapi jangan diulang berkali-kali. Kalau berkas asalnya WAV, FLAC, atau hasil rekaman, sekali konversi ke MP3 hasilnya paling baik. WAV sendiri tidak pernah kehilangan detail.

Bitrate berapa yang sebaiknya dipakai?

128 kbps sudah cukup untuk suara orang seperti podcast atau rekaman rapat. Untuk musik, 192 kbps terasa aman dan 320 kbps praktis tidak bisa dibedakan dari aslinya oleh kebanyakan pendengar. Menaikkan bitrate melebihi kualitas berkas asal tidak menambah apa pun — hanya memperbesar ukurannya.

Ada batas panjang rekamannya?

Tidak ada batas dari kami, karena memang tidak ada server yang menerimanya. Batasnya datang dari memori perangkat: audio dibuka dalam bentuk tidak terkompresi, jadi rekaman stereo sepuluh menit menempati sekitar 200 MB RAM. Rekaman berjam-jam sebaiknya dipecah dulu.

Kenapa berkas video saya tidak bisa dibaca?

Pengambilan suara dari video bergantung pada dekoder bawaan browser dan sistemmu, dan itu tidak seragam. MP4 dan WebM biasanya aman di Chrome dan Safari; Firefox dan format yang lebih jarang seperti MKV atau AVI sering gagal. Kalau gagal, ubah dulu videonya ke MP4 lewat pemutar video yang kamu punya.