Perkakas video untuk urusan sehari-hari
Kecilkan ukurannya supaya lolos batas kirim, potong bagian yang perlu saja, turunkan resolusinya, atau ambil gambar dari dalamnya. Semuanya diproses di browser — tanpa unggah, tanpa antrean.
- Video tidak pernah diunggah
- Hasil MP4 atau WebM
- Dipercepat perangkat kerasmu sendiri
Pilih yang paling dekat keperluanmu
11 tool, dibagi jadi empat kelompok. Tiap kelompok mengurus satu jenis pekerjaan.
Ubah ukuran & format
Bitrate diturunkan sampai berkasnya cukup kecil untuk dikirim, formatnya dipindah antara MP4 dan WebM, dan resolusinya diturunkan dengan rasio gambar yang tetap terjaga.
Potong & susun
Ambil satu bagian dengan menarik pegangan di garis waktu, atau bagi video panjang jadi beberapa potongan berdurasi sama sekaligus.
Gambar & suara
Ambil satu bingkai jadi gambar, ekspor bingkai berurutan jadi zip, ubah potongan pendek jadi GIF, atau buang jalur suaranya.
Putar & periksa
Betulkan rekaman yang terlanjur miring, dan periksa isi teknis sebuah berkas sebelum mengolahnya.
Masih seputar berkas media
Videomu tidak pernah menumpang di server siapa pun.
Video adalah berkas yang paling merepotkan untuk diunggah: paling besar, paling lama, dan paling sering berisi hal yang belum siap dilihat orang lain. Di sini semuanya diolah di dalam tab yang sedang kamu buka, memakai WebCodecs — penyandi video milik browser yang dipercepat perangkat kerasmu sendiri.
Baca soal privasinya- 1
Tidak ada unggahan sama sekali — berkas 500 MB pun tidak perlu menunggu jaringan; yang menentukan lamanya cuma kecepatan perangkatmu.
- 2
Penyandi milik browser — encoding-nya memakai WebCodecs yang dipercepat perangkat keras, bukan mesin orang lain yang menerima kiriman videomu.
- 3
Batasnya jujur disebut — tool yang meng-encode ulang perlu browser yang mendukung WebCodecs, dan itu diberitahukan di muka — bukan setelah kamu menunggu lama.
Pertanyaan yang sering muncul
Kenapa mengompres video lama sekali?
Karena tiap bingkai benar-benar dibongkar dan disusun ulang. Video satu menit berisi sekitar 1.800 gambar utuh, dan semuanya harus dibaca, diubah ukurannya, lalu ditulis kembali. Perangkat kerasmu membantu mempercepatnya, tapi tetap butuh waktu — dan tidak ada server yang bisa mengambil alih pekerjaan itu tanpa kamu mengunggah videonya lebih dulu.
Kenapa sebagian tool tidak bisa saya jalankan?
Tool yang meng-encode ulang video butuh WebCodecs — tersedia di Chrome, Edge, Safari 16.4 ke atas, dan Firefox 133 ke atas. Kalau browsermu belum mendukungnya, halamannya memberi tahu di awal, bukan setelah kamu memilih berkas. Tool yang hanya mengambil gambar dari video tetap jalan di mana pun.
Bitrate berapa yang sebaiknya dipakai?
Patokan kasarnya: 1 Mbps cukup untuk 480p, 2 Mbps untuk 720p, dan 4 Mbps untuk 1080p. Kalau tujuanmu sekadar mengirim lewat pesan, turunkan resolusinya dulu ke 720p — itu biasanya memangkas ukuran jauh lebih banyak daripada menurunkan bitrate saja, dan hasilnya masih enak dilihat di layar ponsel.
Video HEVC saya keluar jadi format lain, kenapa?
Browser bisa membaca HEVC tapi tidak bisa menulisnya. Jadi video HEVC yang masuk akan keluar sebagai H.264 di dalam MP4, atau VP9 di dalam WebM. Keduanya justru lebih luas dukungannya — hasilnya bisa diputar di lebih banyak perangkat daripada berkas aslinya.
Ada batas ukuran berkasnya?
Tidak ada batas dari kami, karena memang tidak ada server yang menerimanya. Batasnya datang dari memori perangkat. Videonya diproses mengalir, tidak ditahan seluruhnya di memori, jadi berkas besar biasanya tetap sanggup — yang berubah cuma lamanya. Untuk video berjam-jam, sebaiknya dipotong dulu.